• 21

    Nov

    Senyummu Menghancurkan Hatiku

    Melihat keterpurukan nilai mata uang kita ‘Rupiah’, mengingatkanku kembali ke masa kuliah. Saat itu sekitar pertengahan tahun 1997 nilai tukar Rupiah kita juga mulai terpuruk atas US Dollar yang akhirnya membuat krisis ekonomi terbesar di negara ini hingga runtuhnya kekuasaan Presiden kita saat itu Bapak Suharto. Bukan masalah krisis tersebut yang akan saya ceritakan di sini, melainkan peristiwa yang menarik di Kampus kami. Peristiwa bergejolaknya kampus kami yang menimbulkan gelombang unjuk rasa ke rektorat kampus. Permasalahannya adalah karena senyuman Bapak Suharto di nilai kerts Uang Kuliah tertinggi saat itu yang bernilai Rp. 50.000, -. Dalam spanduk demo yang dibawa oleh teman-teman banyak bertuliskan Senyummu Menghancurkan Hatiku.. Lah kok bisa ? Kejadian ini dipicu d
  • 20

    Nov

    Award - Home Work yang tertunda dan sedikit tentang /hmt

    Terima Kasih atas penghargaan yang diberikan oleh rekan-rekan blogger kepada saya berupa award yang saya sendiri nggak ngerti alasan dipilihnya award kepada saya, padahal masih banyak blog-blog yang jauh lebih baik dari blog ini. Tapi saya tetap menghargai setinggi-tingginya buat Mas DnD, Mbak Helda, bahkan untuk Blogger yang jarang saya kunjungi atau baru kenalan Mas Bintang dan Mbak Arystya. Mohon Maaf bila baru saat ini posting, sebenarnya bukan karena kesibukan semata tapi memang ada sedikit masalah dalam akses internet. Tidak lupa Home Work dari Ratu Blogger kita Mbak Lies dan Mas Cumi yang sempat tertunda. Baik saya ceritakan sedikit tentang saya. Sebenarnya hidup saya hingga bekerja, datar-datar saja, nggak ada yang neko-neko. Baru belakangan ini saja sudah mulai banyak masalah hid
  • 14

    Nov

    Pernikahan Dini vs Seks Bebas

    Belakangan ini sedang marak kasus Pernikahan Dini antara Ananda Ulfa dan Syeikh Puji. Hampir semua tokoh dan sebagian besar masyarakat bangsa ini menghujat dan menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Syeikh Puji karena menikahi anak di bawah umur. Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari alasan psikologis mental si anak, hak asasi, dan pelanggaran hukum UU Perkawinan. Alasan-alasan di atas benar adanya, tapi sadarkah kita akan bahaya yang lebih besar bagi anak-anak kita ketimbang pernikahan dini kasus di atas? Yakni : Perilaku Seks Bebas pada anak-anak kita yang dari tahun ke tahun terus bertambah. Berbagai survei mengenai perilaku seks bebas pada remaja kita sudah sering dilakukan. Mari kita ambil beberapa contoh dari hasil survei hasil searching di Mbah googling dari tahun ke tahun. Tah
  • 13

    Nov

    OB (Office Boy) antara Efisiensi dan Produktivitas Kerja

    Pagi ini benar-benar kecele setelah tiga hari nggak ngantor karena sibuk di RSCM untuk cek sana dan sini. Kecele karena ketinggalan berita ternyata sudah tiga hari ini nggak ada OB (Office Boy) di kantor. Usut punya usut ternyata memang keberadaan OB sudah dihilangkan dan yang membuatku sedikit heran alasan kenapa keberadaan OB ditiadakan adalah efisensi. Efisiensi? Sampai segitunya? Entah ini bisa disebut langkah maju atau mundur? Yang pasti aku merasakan kehilangan. Semenjak masuk ruangan kantor hingga sekitar jam 10an aku masih belum menyadarinya dan seperti biasanya kepalaku mulai terasa sakit, lihat kiri kanan meja nggak ada teh (biasanya teh menjadi obat yang manjur), pikirku wajar nggak disiapkan oleh OB karena memang kemarin aku nggak masuk. Mau minum air putih dan cari gelas di
  • 11

    Nov

    Ucapan Selamat dari Zaki

    Pagi ini aku begitu terharu, selepas sholat Subuh aku mencoba tidur kembali karena memang semalam pulang dari RS sudah malam pukul 23an lalu merenung hampir sejaman. Baru saja mata mulai terpejam, aku dikagetkan oleh anakku yang membangunkanku. “Ini buat Ayah”, katanya sambil menyodorkan benda sebesar amplop sedang. “Apa ini?”, sahutku yang masih agak setengah sadar menerima pemberiannya. “Ayo, Ayah buka?” O iya aku jadi ingat kalau hari ini umurku telah memasuki usia 33 tahun. “Selamat Ulang Tahun Ayah”, ucapnya sambil tiba-tiba mencium pipi kananku. “Terima Kasih Sayang, ini Ayah buka yach?”. Akupun mulai membuka kado tersebut, begitu aku buka terdapat tulian ‘Buat Ayah’ yang membuatku sangat terharu. Zaki memang be
  • 10

    Nov

    Karena Merdeka Kita Lupa

    Hari ini kita telah Lupa… Untuk sejenak menundukan wajah Memanjatkan sebait doa-doa ketentraman Bagi Mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raga Demi hidup Merdeka kita saat ini… Apa karena Merdeka kita Lupa… Untuk luangkan sesaat waktu kita… yang bahkan tidak sampai satu menitpun Untuk sekedar mengheningkan cipta mengenang sejenak Hidup Mereka…. Karena Mati Merekalah kita hidup saat ini Atau karena Merdeka… hidup kita penuh kesibukan.. Mengejar segala impian kita yang sebenarnya impian Mereka juga.. Yang membuat kita bangga dengan sejuta keringat jerih payah kita… Hingga kita lupa mengingat sekedar satu tetes keringat jerih payah Mereka.. Karena setetes keringat merekalah melahirkan sejuta tetes keringat kita.. Karena Merdeka K
  • 7

    Nov

    Diskriminasi itu Masih Ada...

    Baru-baru ini rekan kantor saya menerima sms yang berisikan ajakan boikot terhadap salah satu Rumah Sakit ternama di bilangan Bekasi, Jawa Barat. Adapun sumber permasalahannya adalah pemecatan seorang karyawati bernama Wine 26 tahun yang bekerja di RS yang berinisial MK bagian Fisioterapi. Alasan pemecatan menurut Wine karena pihak manajemen RS tersebut melarangnya menggunakan busana muslim kertika dirinya bekerja. Masalah inipun sampai ke Komisi D DPRD Bekasi yang akhirnya memanggil pihak manajemen RS tersebut mempertanyakan perihal kasus pelarangan ini. Sungguh sangat disayangkan karena kok sampai detik ini perlakuan diskriminasi tersebut masih ada. Pihak Manajemen RS sendiri mengklaim tidak terjadi pemecatan terhadap Wine, tapi menyatakan yang terjadi adalah Wine mengundurkan dir
  • 5

    Nov

    Apa yang Naiknya Cepat Turunnya Lambat ?

    Sore itu Bang Antozz datang menghampiriku yang sedang asyik menyaksikan acara televisi. “Mas sedang menyaksikan acara apa?” selorohnya ke aku. “Biasa… berita di teve, lagi ramai nih DPR menuntut untuk diturunkan harga BBM Premium”, jawabku. “Mas bagaimana kalau kita main tebak-tebakan? Apa yang Naiknya Cepat tapi Turunnya Lambat?“, Bang Antozz langsung bertanya tanpa menunggu aku mau apa nggak. Akupun diam sesaat. “Ayo Mas jawabnya apa?”. “Gimana sampeyan nyerocos aja lagi asyik nonton berita nih! Baik deh gampang kok jawabannya (maaf) Ingus meler disentrup“, jawabku dengan yakin 100 % benar . “Salah, bukan itu”, tegasnyanya “Masak sich salah, nggak mungkin wong itu tebakan yang sudah usang, semua juga
  • 3

    Nov

    Demam Panggung!

    Memang tidak semua orang pernah mengecap rasanya tampil di depan umum, tapi hampir semua orang yang tampil untuk pertama kalinya di atas panggung ataupun mimbar pernah merasakan yang namanya demam panggung. Ada yang sanggup mengatasinya dan ada yang tidak. Minimal yang dirasakan saat itu adalah jantung berdebar-debar, gugup dan keluar keringat dingin. Nah, saya termasuk yang tidak bisa mengatasinya :D Saat pertama kali saya merasakan yang namanya demam panggung adalah sewaktu tampil dalam sebuah perlombaan Baca Al Qur’an. Ketika itu masih duduk di kelas 2 SD (pagi hari) dan kelas 1 MI Madrasah Ibtidiyah (siang hari). Perlombaan itu sendiri diadakan oleh Madrasahku tingkat SD. Dapat ikut lomba tersebut sebenarnya bukan atas kemauanku sendiri tapi aku dan beberapa temanku yang t
  • 31

    Oct

    Kalau bisa dibuat dengan mudah, kenapa dibuat dengan susah

    Seringkali bangsa ini dalam mencapai atau memperoleh sesuatu dengan penyelesaian yang susah. Kadang kala berpikirnya terlalu jauh ke depan dan melambung tinggi padahal bisa jadi dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana. Masih ingat kan! Dengan kata-kata ‘kita telah siap menuju lepas landas’, sampai saat ini jangankan untuk lepas landas, untuk ke landas pacuannya saja belum sampai-sampai. Dan saat reformasi ini sudah jauh-jauh hari didengung-dengungkan kalau kita siap menuju pasar bebas (baca:kapitalis) dan melihat krisis ekonomi global yang ada saat ini bersumber dari bapaknya pasar bebas (baca: USA), maka sebaiknya kita berpikir lagi untuk terjun ke pasar bebas tersebut. Menyambung tulisanku sebelumnya ada sedikit hikmah yang bisa kita petik mengenai hal ini. Kita ing

Author

Follow Me