• 28

    Feb

    Waspada..maling teriak maling

    Alhamdulillah bisa juga login dan posting di blogdetik, padahal beberapa tahun tidak pernah login, apalagi posting :) Akhirnya ingin nulis juga mengenai pemberitaan yang lagi ramai saat ini mengenai pengadaan UPS. Saya hanya ingin menjelaskan bagaimana sih proses pengadaan dilakukan, kalau memang salah mohon dikoreksi. Jalannya proses APBD itu sendiri awalnya dibuatkan Rancangan APBD (RAPBD) olehh SKPD (satuan kerja perangkat daerah/DINAS), yang weweang pemprov/pemda dimana anak buahnya Gubernur … sebelum masuk ke DPRD, semua dibahas dulu oleh gubernur/walikota/bupati daerah tersebut.. jd sebelum ke DPRD, gubernur/walikota/bupati sudah harus mengetahui materi RAPBD yang akan dirapatkan dengan DPRD sesuai dengan komisi terkait, baru nanti puncaknya secara keseluruhan diadakan pari
  • 1

    Dec

    Pada dasarnya tidak semua Blogger 'Narsis'

    Melihat judul di atas mungkin tidak semua blogger sependapat dengan saya atau malah menjadi ajang pro dan kontra bagi para blogger. Menarik membaca postingan Mas Wijaya yang berjudul Dunia Maya tak secantik Luna Maya dan juga terinspirasi tulisan Mbak Easy mengenai Nama Menunjukkan Jenis Kelamin? . Mengapa saya katakan pada dasarnya semua blogger itu narsis, mari kita lihat asa usul kata narsis atau tepatnya ditulis narcis Kata narsis/narcis diambil dari sebuah mitologi Yunani kuno. Dikisahkan, ada seorang pemuda bernama Narcissus yang berwajah tampan yang merupakan putra dari seorang dewa sungai yang bernama Cephissus. Pada suatu hari, Narcisus berjalan di tepi sungai dan ketika dia melihat pantulan dirinya di air sungai tersebut, ia jatuh cinta pada dirinya sendiri. Saking tertariknya
  • 21

    Nov

    Senyummu Menghancurkan Hatiku

    Melihat keterpurukan nilai mata uang kita ‘Rupiah’, mengingatkanku kembali ke masa kuliah. Saat itu sekitar pertengahan tahun 1997 nilai tukar Rupiah kita juga mulai terpuruk atas US Dollar yang akhirnya membuat krisis ekonomi terbesar di negara ini hingga runtuhnya kekuasaan Presiden kita saat itu Bapak Suharto. Bukan masalah krisis tersebut yang akan saya ceritakan di sini, melainkan peristiwa yang menarik di Kampus kami. Peristiwa bergejolaknya kampus kami yang menimbulkan gelombang unjuk rasa ke rektorat kampus. Permasalahannya adalah karena senyuman Bapak Suharto di nilai kerts Uang Kuliah tertinggi saat itu yang bernilai Rp. 50.000, -. Dalam spanduk demo yang dibawa oleh teman-teman banyak bertuliskan Senyummu Menghancurkan Hatiku.. Lah kok bisa ? Kejadian ini dipicu d
  • 14

    Nov

    Pernikahan Dini vs Seks Bebas

    Belakangan ini sedang marak kasus Pernikahan Dini antara Ananda Ulfa dan Syeikh Puji. Hampir semua tokoh dan sebagian besar masyarakat bangsa ini menghujat dan menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Syeikh Puji karena menikahi anak di bawah umur. Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari alasan psikologis mental si anak, hak asasi, dan pelanggaran hukum UU Perkawinan. Alasan-alasan di atas benar adanya, tapi sadarkah kita akan bahaya yang lebih besar bagi anak-anak kita ketimbang pernikahan dini kasus di atas? Yakni : Perilaku Seks Bebas pada anak-anak kita yang dari tahun ke tahun terus bertambah. Berbagai survei mengenai perilaku seks bebas pada remaja kita sudah sering dilakukan. Mari kita ambil beberapa contoh dari hasil survei hasil searching di Mbah googling dari tahun ke tahun. Tah
  • 5

    Nov

    Apa yang Naiknya Cepat Turunnya Lambat ?

    Sore itu Bang Antozz datang menghampiriku yang sedang asyik menyaksikan acara televisi. “Mas sedang menyaksikan acara apa?” selorohnya ke aku. “Biasa… berita di teve, lagi ramai nih DPR menuntut untuk diturunkan harga BBM Premium”, jawabku. “Mas bagaimana kalau kita main tebak-tebakan? Apa yang Naiknya Cepat tapi Turunnya Lambat?“, Bang Antozz langsung bertanya tanpa menunggu aku mau apa nggak. Akupun diam sesaat. “Ayo Mas jawabnya apa?”. “Gimana sampeyan nyerocos aja lagi asyik nonton berita nih! Baik deh gampang kok jawabannya (maaf) Ingus meler disentrup“, jawabku dengan yakin 100 % benar . “Salah, bukan itu”, tegasnyanya “Masak sich salah, nggak mungkin wong itu tebakan yang sudah usang, semua juga
  • 31

    Oct

    Kalau bisa dibuat dengan mudah, kenapa dibuat dengan susah

    Seringkali bangsa ini dalam mencapai atau memperoleh sesuatu dengan penyelesaian yang susah. Kadang kala berpikirnya terlalu jauh ke depan dan melambung tinggi padahal bisa jadi dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana. Masih ingat kan! Dengan kata-kata ‘kita telah siap menuju lepas landas’, sampai saat ini jangankan untuk lepas landas, untuk ke landas pacuannya saja belum sampai-sampai. Dan saat reformasi ini sudah jauh-jauh hari didengung-dengungkan kalau kita siap menuju pasar bebas (baca:kapitalis) dan melihat krisis ekonomi global yang ada saat ini bersumber dari bapaknya pasar bebas (baca: USA), maka sebaiknya kita berpikir lagi untuk terjun ke pasar bebas tersebut. Menyambung tulisanku sebelumnya ada sedikit hikmah yang bisa kita petik mengenai hal ini. Kita ing
  • 29

    Oct

    Seandainya Habibie tidak hanya membuat pesawat terbang..

    Telah 10 tahun kita melewati masa krisis, semenjak tahun 1997 dan semenjak itu pula bangsa ini sepertinya tidak pernah belum benar-benar pulih dari krisis tersebut. Sepertinya gelombang krisis ekonomi yang lebih besar telah berada di hadapan kita dan kuatkah bangsa ini menghadapi krisis ekonomi gombal global yang mungkin tidak lebih dahsyat? Melihat kembali ke masa krisis hingga sekarang di mana telah empat kepala negara berganti memimpin bangsa ini. Bangsa kitapun mulai menatapa masa depan yang kelihatannya cerah. Jujur mesti kita akui di antara ke empat pimpinan tersebut saya melihat di bawah Pak Habibielah perekonomian kita cepat pulih dan sejarah mencatat nilai rupiah sempat kembali ke angka 7000an. Selain dikenal sebagai mantan orang nomor satu di negeri ini, prestasi beliau adalah
  • 9

    Oct

    Surat untuk Kang Abik (setelah membaca Novel Ketika Cinta Bertasbih)

    Assalamu’alaikum Wr. Wb Syukran (Terima Kasih) Kang Abik. Kata ini yang mesti pertama kali saya ucapkan untuk Kang Abik. Baru saja saya menyelesaikan membaca novel karyamu yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih (Buku 1 dan 2 Dwilogi Pembangunan Jiwa) dan sedang berlanjut ke Ayat-ayat Cinta. Jujur saja, baru ini saya membaca karya Kang Abik dan memang sudah sekian lama pula, sejak saya kehilangan orang yang saya cintai, meninggal karena kecelakaan di Yogya (1999), baru ini membaca kembali sebuah novel. Mungkin saya termasuk orang telat membacanya, berawal dari melihat seonggok buku di kamar adik angkatku, lalu aku pinjam buku tersebut. Padahal sudah lama aku lihat buku ini tapi hati ini belum tertarik untuk bergerak membacanya. Tadinya dari sekedar ingin mengisi waktu luang liburan cu
  • 26

    Sep

    Pasar Tradisional Kita Semakin Babak Belur..

    Maraknya pemberitaan mengenai produk makanan bermelamin dari Cina saat ini hanya menambah panjang daftar hitam parahnya mutu makanan di negeri kita ini. Tahukah Anda, bahwa dari banyak kasus makanan tidak sehat (baca : berlimbah dan berpenyakit) korbannya bukan hanya bagi konsumen semata, tetapi juga bagi kesehatan sumber perekonomian rakyat kita, yakni Pasar Tradisional Kalau selama ini kasus-kasus mulai dari Daging ayam/ikan/tahu berformalin, sapi/ayam dicekoki air atau bahkan sudah jadi bangkai, jajanan yang banyak mengandung pewarna dan tidak higienis bagi anak-anak, susu mengandung bakteri berbahaya, olahan makanan dari sampah restoran yang dicampur pewarna makanan dan terakhir produk susu dan makanan dari Cina yang mengandung melamin. Mungkin masih banyak lagi kasus produk makanan l
  • 12

    Sep

    Jangan Pilih Pemimpin yang 'Pengusaha'

    Pagi ini Bang Antozz terlihat rada suntuk sambil membaca surat kabar seperti biasanya, tapi sekelebat saya perhatikan ada senyum kecut di bibirnya. Karena penasaran, “Ada apa Bang? Kok senyum kecut begitu?” tanya saya. “Ini di koran lagi rame mengenai Calo“, jawab Bang Antozz sekenanya. Aku jadi teringat kalau seminggu sebelumnya dia kesal karena tidak berhasil mendapatkan tiket kereta. Alat tranportasi yang menjadi andalannya selama ini. Dia menggerutu, padahal sudah dari jam 5 pagi menunggu di loket stasiun Senen, tapi tetap kehabisan juga, sebelum gilirannya (kurang pagi kali yee). Dan betapai kagetnya dia, lagi kesal-kesalnya, tiba-tiba ada yang menawari tiket dengan harga 2x lipat. Habis deh tuh Calo dimarahi..hahaha…. “Ini…, ternyata banyak
- Next

Author

Follow Me