Waspada..maling teriak maling

28 Feb 2015

Alhamdulillah bisa juga login dan posting di blogdetik, padahal beberapa tahun tidak pernah login, apalagi posting :)

Akhirnya ingin nulis juga mengenai pemberitaan yang lagi ramai saat ini mengenai pengadaan UPS. Saya hanya ingin menjelaskan bagaimana sih proses pengadaan dilakukan, kalau memang salah mohon dikoreksi.

Jalannya proses APBD itu sendiri awalnya dibuatkan Rancangan APBD (RAPBD) olehh SKPD (satuan kerja perangkat daerah/DINAS), yang weweang pemprov/pemda dimana anak buahnya Gubernur … sebelum masuk ke DPRD, semua dibahas dulu oleh gubernur/walikota/bupati daerah tersebut..
jd sebelum ke DPRD, gubernur/walikota/bupati sudah harus mengetahui materi RAPBD yang akan dirapatkan dengan DPRD sesuai dengan komisi terkait, baru nanti puncaknya secara keseluruhan diadakan paripurna pengesahan RAPBD menjadi APBD….

Nah dari sebelum diajukan saja ke DPRD dah jelas bila ada yg tdk masuk akal mestinya ditolak.. begitu di dibahas di DPRD dgn komisi terkait bila ada yg aneh dari RAPBD mestinya ditolak/dikritisi juga.. Namun kok tetap disahkan.. ini yg jd pertanyaan.. jadi teringat partai pemenang pileg dprd kmrn kan..

Asumsi..gubernur skrg berkilah bahwa APBD yg sudah disahkan yg ditujukan ke Kemendagri beda versi.. nah disini bagaimana bisa kecolongan.. fungsi kontrolnya mana.. apalagi kemendagri sudah menjawab ApBD yg diajukan salah.
Yang lebih aneh lagi bila itu semua lolos.. lalu yang bisa melakukan lelang kan tetap anak buahnya Gubernur paling tidak penandatangan minimal eselon 1, kalo kadisdik (kepala dinas pendidikan) pemprov dki mengaku tidak pernah melakukan lelang, lalu siapa? Tidak mungkin anggota DPRD melakukan itu karena bukan domainnya.. yang pasti eksekusi lelang di bawah dinas pemprov DKI. Sekali lagi fungsi kontrol atau pengawasan dari gubernur nggak jalan dong.

Bahkan di beberapa media menyebutkan kalo pengadaan UPS sudah berjalan bahkan menggunakan APBD 2014.. Nah sekali lagi kok dibiarkan oleh Gubernur.. Disaat akan ada angket DPRD baru deh hal ini diungkapkan ke publik…hehehe

Kalau mau diusut semuanya baik dari DPRD maupun Pemprov DKI.. tapi opini yang berkembang hanya menyalahkan satu pihak saja..
Marilah kita waspadai “maling teriak maling”


TAGS


-

Author

Follow Me