Pada dasarnya tidak semua Blogger ‘Narsis’

1 Dec 2008

NarcissusMelihat judul di atas mungkin tidak semua blogger sependapat dengan saya atau malah menjadi ajang pro dan kontra bagi para blogger. Menarik membaca postingan Mas Wijaya yang berjudul Dunia Maya tak secantik Luna Maya dan juga terinspirasi tulisan Mbak Easy mengenai Nama Menunjukkan Jenis Kelamin? . Mengapa saya katakan pada dasarnya semua blogger itu narsis, mari kita lihat asa usul kata narsis atau tepatnya ditulis narcis


Kata narsis/narcis diambil dari sebuah mitologi Yunani kuno. Dikisahkan, ada seorang pemuda bernama Narcissus yang berwajah tampan yang merupakan putra dari seorang dewa sungai yang bernama Cephissus. Pada suatu hari, Narcisus berjalan di tepi sungai dan ketika dia melihat pantulan dirinya di air sungai tersebut, ia jatuh cinta pada dirinya sendiri. Saking tertariknya pada pantulannya di air sungai, ia berusaha meraihnya samapi akhirnya ia tercebur dan tewas di sungai tersebut (nggak bisa renang kali yaach :) ). Versi lain menyatakan Narcissus dikutuk oleh Echo setelah menolak cintanya. Nah, dari cerita itu kata narcis muncul yang mengagungkan diri sendiri, yang menurut wikipedia merujuk kepada kata narsisisme yang berarti sebuah tindakan seseorang di mana ia sangat mencintai dirinya sendiri

Dalam diri setiap manusia pada dasarnya juga memiliki sifat narsis yang mungkin tidak pernah disadarinya, karena kita tahu pada dasarnya manusia butuh sebuah pengakuan yang timbul dari dalam dirinya untuk ditunjukkan kepada orang lain. Saat ini, media untuk menyalurkan hasrat sebuah pengakuan dirinya tersebut telah tersedia dengan gratis di internet, hal ini dibuktikan dengan menjamurnya berbagai situs jaringan sosial seperti facebook, multiply, friendster dan myspace, dan satu lagi yang rekan semua miliki, yakni blog.

Jujur saja, secara tidak sadar dengan kita membuat blog berarti kita telah membutuhkan yang namanya sebuah pengakuan. Entah itu niat awalnya berupa keinginan mencari uang, sebagai informasi atau sekedar tempat curhatan hati semata. Karena intinya blog yang kita buat menginginkan orang lain dari sekedar untuk mampir, membaca, syukur-syukur meninggalkan jejak (baca:komentar) dan lebih jauh lagi tukeran link. Siapa sich yang membuat blog sekedar menulis semata tanpa menarapkan orang lain untuk tidak membaca postingannya, walaupun ada ya.. minimal dibaca dan dinikmati oleh dirinya sendiri, seperti narcissus dong :)

Hanya saja tingkat derajat ‘narsis’ seorang blogger berbeda-beda dari yang terkecil hingga terbesar. Dan patut diwaspadai kalau Anda sudah termasuk yang ‘high’ Narsis, buru-buru deh ke psikiater :D . Kalau boleh mengkategorikan derajat narsis seorang blogger, yakni :

  • Blogger dengan Minim Narsis, bisa kita lihat dari isi blognya, di mana kita tidak akan pernah tahu identitas si empunya bloogger, biasanya sering memakai nama alias atau samaran. Jangan harap kita akan menemukan foto mengenai si empunya blog, kalaupun ada belum tentu milik dirinya. Contoh blog seperti ini rinduku, sangat banyak pengunjung pada blog ini, seseorang biasanya langsung tertarik karena melihat foto yang ada disana.
  • Blogger dengan Middle Narsis, ini mungkin diri kita pada umumnya yang kadang-kadang sering memposting hal-hal yang sifatnya pribadi atau tentan dirinya. Pada blog ini sering kita jumpai beberapa foto yang dipajang terutama pada header blog kita dan beberapa foto mengenai diri maupun keluarganya. So.. ini masih dalam tahap yang wajar.
  • Blogger dengan Maxi Narsis, pada isi blog dari blogger seperti ini biasanya selalu menceritakan segala hal mengenai dirinya dan tentunya menceritakan segala kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Hampir bisa dikatakan tanpa postingan yang tidak menceritakan dirinya. Dan blognya sangat ramai dengan isi foto-foto dirinya dengan segala macam pose yang menonjolkan dirinya. Saya sendiri belum pernah sich mendapati blog yang seperti ini, tapi bukan tidak mungkin ada.

Jadi jangan marah dong kalau kita para blogger dianggap Narsis, yaaa.. minimal masuk ke dalam derajat minim narsis. Tapi tetap dong kita semangat melakukan postingan yang berhubungan dengan diri sendiri tapi jangan sampai mengagungkan diri sendiri, mungkin dari yang kecil.. eh.. tambah lama keasyikan apalagi banyak penggemar jadi lupa daratan deh.. hingga ke derajat Maxi Narsis. Semoga kita tidak sampai menjadi ‘Maxi Narsis’ :) (/hmt)


TAGS blog narcis narsis narcissus


-

Author

Follow Me