Pekerjaan Seorang Guru..

25 Nov 2008

Saat kita sekolah dulu… sering kali tidak kita sadari betapa beratnya pekerjaan seorang guru. KIta hanya tahunya tugas seorang guru hanya mengajar, memberikan ulangan dan membagikan nilai. Sering kali juga orang-orang memandang menjadi guru itu enak karena bisa pulang cepat dan banyak waktu di rumah, mungkin sebagian orang akan menganggap wajar bila gaji guru itu kecil. Ternyata baru saya sadari betapa beratnya pekerjaan seorang guru, setelah saya memiliki seorang istri tercinta yang berprofesi guru.

Awalnya istri saya mengajar di sekolah swasta dan berstatus guru bantu dengan gaji yang tidak seberapa bundanya anakku ini tidak pernah mengeluh dan tetap semangat mengajar. Kadang saya kasihan melihatnya dan kalau dipikir-pikir penghasilan istri sebgaian besar hanya habis buat ongkos perjalanan. Beban pekerjaan bertambah setelah menjadi wali kelas 1, di mana raport harus diisi dari awal terutama setelah ada sistem penilaian baru di mana pakai koma segala macam. Tapi sekali lagi istriku tak mengeluh…. dia menikmati pekerjaannya. Yang sering aku jengkel adalah uang sebagi guru bantu seringkali dibayarnya di rapel setelah dipotong sana sini yang nggak jelas.

Nasib baik mengikuti istriku, saat aku jatuh sakit dan di rawat dengan setia istri menemaniku padahal saat itu sedang sedang menghadapi ujian CPNS. Hampir saja tidak berangkat, tapi aku beri semangat untuk berangkat. Akhirnya pagi-pagi berangkat. Berkah datang kepada istriku, saat sedang mengantar aku kontrol ke dokter, tiba-tiba di telpon temannya kalau nama dia lolos test CPNS. Bahagia dan haru menyelimuti kami, karena benar-benar tidak pernah berharap lebih untuk lolos sebelumnya dan teman-temannyapun banyak yang tidak lolos.

Setelah di terima menjadi PNS Guru di Sekolah Tsanawiyah Jakarta, ternyata beban pekerjaan lebih berat lagi. Sebagai guru baru sering kali dibebankan tugas yang kadang bukan tugasnya oleh guru senior. Seringkali tengah malam bangun hanya untuk membuat soal dan mengkoreksi ulangan murid-muridnya. Istri saya pun nggak mengeluh, hany saja saya sedikit protes karena waktu untuk kami berkurang, karena sekitar pukul 05.15 WIB istriku sudah harus jalan berangkat ke sekolah, maklum rumah kami lumayan jauh dari sekolahannya. Jadi saya yang bertungas mengurusi anak di pagi hari hingga saya berangkat kerja. Karena sekolahnya merupkan salah satu sekolah favorit, pulangpun tidak bisa seenaknya, baru sekitar 14.30 berangkat pulang yang sampai rumah sekitar pukul 18.00, tahu sendirikan Jakarta macetnya seperti apa. Sampai rumah pun masih sempat mengurusi kami, lalu setelah anak tidur dia mulai tidur dan baru tengah malam bangun lagi mengerjakan pekerjaannya.

Sebagai guru yang di bawah Depag, bukan Depdiknas istriku tidak termasuk yang mendapatkan uang kesra yang katanya senilai 2 jutaan. Alhamdulillah masih diberi uang kesra sebesar Rp. 400 ribuan, tapi herannya uang ini dirapel setahun sekali, kadang dibayar setelah melewati tahunnya dan itu pula dipotong yang nggak jelas. Belum lagi kecemburuan dari pegawai satu atap yang minta jatah, padahal seringkali istri dalam mengurus sesuatu di Kantor tersebut, dipersulit atau orangnya sudah pulang dan tidak berada di tempat. Dengan adanya dana BOSS, malah lebih parah lagi dengan tambahan dari sekolah sekitar nggak sampai 500 ribuanpun dikurangi. Penghasilan berkurang dan beban biaya hidup bertambah.

Kalau aku tanyakan hal ini, istri menjawab dengan ringan, masih banyak yang lebih susah daripada saya. Banyak guru-guru kontrak atau guru bantu yang lebih kecil lagi gajinya dan mereka hanya mendapatkan janji-janji untuk diangkat. Ini sedikit cerita mengenai istriku yang seorng guru, semoga dengan adanya hari guru yang jatuh pada hari ini 25 Noppember akan ada perubahaan yang signifikan bagi kesejahteraan guru. (/hmt)


TAGS guru hari guru PNS gaji kesejahteraan potongan


-

Author

Follow Me